Perlu diketahui mengenai kriteria penilaian SNMPTN

1:03:00 pm


Hai sahabat cerdassional!

Kembali lagi di weblog cerdassional.blogspot.com weblog berbagi informasi seputar ilmu pengetahuan dan tutorial. Kali ini admin akan membagi artikel mengenai kriteria penilaian SNMPTN. Buat kamu yang masih duduk di bangku kelas 10 SMA, cocok bangat nih untuk persiapan dari awal. Supaya bisa mempersiapkan diri dengan semaksimal mungkin. 

Tapi sebelum masuk mengenai pokok pembahasan, izinkan dulu admin menjelaskan apa itu SNMPTN. Jadi SNMPTN itu merupakan jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang berdasarkan prestasi akademik-Nonakademik serta prestasi lainya yg relakan. Seleksi jalur ini dinamakan seleksi jalur undangan yg diperuntukkan untuk pelajar SMA SMK dan MA sederajat yg lulusan tahun ini dan mendaftar di tahun ini pula, maksudnya para alumni maupun Gap year ngga bisa ikut jalur ini. 

Ada beberapa kriteria penilaian dalam seleksi jalur SNMPTN. Kalian bisa memilih yg di anggap benar. Tapi kriteria yg admin paparkan bukanlah berstandar nasional, melainkan berdasarkan pengalaman admin sendiri dan informasi yg relakan, sebab disetiap universitas negeri terdapat perbedaan mengenai kriteria penilaian SNMPTN dan tidak dibocorkan. 

Berikut beberapa kriteria penilaian SNMPTN:


1). Nilai raport

Nilai raport merupakan  hal utama yang dinilai dalam seleksi SNMPTN. Karena jalur ini tidak menyelenggarakan ujian tertulis maupun lisan. Jangan berbangga dulu jika memiliki nilai raport yang tinggi. Karena yang dinilai bukan hanya sekedar nilai tinggi saja, tetapi juga konsisten nilai. Maksudnya kamu harus bisa menjaga keseimbangan nilai raport mu. Dan lebih baik lagi jika nilai raport kamu setiap semesternya mengalami peningkatan. Untuk apa nilai tinggi tapi tidak konsisten, terkadang grafiknya naik dan terkadang grafiknya turun. Lebih baik nilai kita 80-82-83-86-90 dari pada  93-90-89-87-86. Karena nilai tinggi aja belum menjamin kamu lolos di seleksi SNMPTN.

Jangan pernah kalian melakukan kebohongan dengan merekayasa nilai demi untuk lolos seleksi SNMPTN. Karena meskipun kalian lolos dan mulai kuliah tetapi terbukti melakukan kecurangan dengan memanipulasi nilai, maka bisa jadi kelulusan SNMPTN kamu dibatalkan dan sekolah kamu masuk kedalam daftar hitam, akibatnya Indeks sekolah kamu turun dimata Perguruan tinggi.

2). Akreditasi sekolah

Akreditasi sekolah juga berpengaruh besar terhadap kriteria penilaian dalam SNMPTN. Karena semakin bagus akreditasi sekolah makan semakin besar pula peluang kamu untuk lolos dalam seleksi SNMPTN.

Untuk sekolah kamu yang akreditasi nya kurang bagus, tenang saja. Karena disetiap universitas memiliki indek sekolah yang berbeda. Contohnya sekolah yang akreditasi A memiliki 18 siswa yang lolos SNMPTN di UGM. Tetapi dari 18 siswa yang lolos, cuma 5 siswa yang mengambilnya. Selebihnya itu tidak ngambil dan cuma mencoba-coba saja. Maka indek sekolah akreditasi A tadi akan turun di PTN UGM. Sedangkan sekolah yang akreditasi B memiliki 8 siswa yang lolos SNMPTN UGM, mereka mengambil semua dan tidak ada yang tidak ngambil. Jadi indek sekolah akreditasi B ini bagus dimata UGM dibandingkan dengan sekolah yang akreditasi A tadi. Dan kemungkinan besar untuk tahun selanjutnya, peluang akreditasi B tadi lebih besar dibandingkan sekolah yang akreditasi A tadi.

Tapi gimana dengan sekolah yg belum terakreditasi, apakah bisa ikut SNMPTN? Tentu saja bisa asalkan sekolah kalian memiliki Nomor Induk Sekolah Nasional (NISN) atau Nomor Pokok Sekolah Nasional.

3). Alumni

Alumni juga menjadi pertimbangan dalam kriteria penilaian SNMPTN. Pasalnya semakin banyak alumni sekolah kalian yang kuliah di PTN tujuan, maka semakin besar pula peluang kalian untuk lolos di PTN tujuan. Alumni di sini maksudnya alumni uang berprestasi, memiliki nilai yang bagus, dan aktif di PTN tujuan. Tapi jika alumni dari sekolah kamu nilainya rendah, kurang berprestasi, maka semakin kecil pula peluang kamu untuk lolos PTN tujuan. Jika kamu ingin peluang lolos yang besar, carilah dimana alumni kamu kuliah, lewat jalur SNMPTN kah, dan atau berprestasi.

Sebagai contoh, tahun 2020 siswa sekolah kamu atau alumni Sekolah kamu yang kuliah di Universitas Indonesia (UI)  berjumlah 17 orang, dan sebagian besar berprestasi. Sebagai contoh lainya, siswa sekolah kamu atau alumni sekolah kamu yang kuliah di Universitas Andalas (UNAND) berjumlah 17 orang dan sebagian besar kurang atau tidak berprestasi dan memiliki nilai rendah. Kemungkinan besar kami bisa lolos di Universitas Indonesia (UI) meskipun UI itu sangat sulit untuk lolos dibandingkan dengan UNAND, karena alumni sekolah kamu banyak yang berprestasi di UI dibandingkan dengan UNAND, sebab, indek sekolah kamu bagus di Universitas Indonesia (UI).

4). Prestasi

Prestasi yang di lihat itu prestasi sekolah maupun prestasi individual siswa. Baik secara akademik maupun non-akademik. Prestasi sekolah yand dilihat seperti prestasi di tingkat Provinsi, Nasional, dan Internasional n karena semakin banyak prestasi sekolah, mencerminkan sekolah itu unggul dan mempunyai kualitas yang baik. Prestasi individual siswa baik secara akademik dan non-akademik seperti prestasi di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional, maupun di tingkat internasional. Dengan memiliki pisan prestasi, berarti menunjukan seorang siswa itu lebih unggul dibandingkan dengan siswa lainya.

Sebenarnya Piagam prestasi itu tidak wajib di dalam jalur seleksi SNMPTN. Tapi jika kamu memiliki Piagam prestasi aa baiknya kamu upload pada saat mendaftarkan diri di jalur SNMPTN. Dengan begitu panitia penilaian SNMPTN akan mempertimbangkan kamu meskipun nai raport kamu biasa saja.

5). Pintar mencari peluang

Kamu harus bisa dalam memilih Universitas dan jalur yang akan kamu ambil,  supaya kamu tidak menyesal di saat pengumuman nanti. Jika dari 4 kriteria penilaian SNMPTN yang sudah admind Sebutkan sebelumnya kamu belum sepenuhnya memilikinya, seperti nilai pas-pasan, Akreditasi Sekolah kurang bagus, alumni sedikit, dan prestasi tidak ada, maka pandai-pandailah dalam membuat peluang. Carilah PTN yang kiranya bisa kamu lolos. Ingat jangan memilih jurusan peminat sedikit supaya peluang lolos besar, padahal kamu tidak suka jurusan itu. Dan jika lolos di jurusan yang tidak kamu Minati, maka kamu akan menjalankannya dengan terpaksa. Carilah jurusan yang sesuai passion Kamu.  kawan!!

Ingat!!  Orang pintar kalah dengan orang cerdik karena kebanyakan orang pintar memilih PTN dan jurusan yang peminatnya banyak padahal di luar sana lebih banyak lagi orang yang lebih pintar.  dan orang yang cerdik akan bisa lolos seleksi SNMPTN meskipun nilainya pas-pasan, karena ia bisa mengatur peluang untuk diterima.

6).  doa orang tua

Terakhir, Mintalah Restu orang tua. Karena Restu orang tua sangat penting. Tanpa restu orang tua sesuatu itu tidak berjalan maksimal. Berdoalah kamu agar dikabulkan oleh Allah. Ingat Allah tidak memberi apa yang kita inginkan tetapi Allah akan memberi apa yang kita butuhkan. Jangan kecewa jika gagal lolos seleksi SNMPTN, karena masih banyak jalur seleksi untuk kuliah. Jangan terpaku dengan satu jalur SNMPTN. Persiapkan diri kamu dari awal untuk menghadapi SBMPTN supaya Jika kamu gagal ikut SNMPTN kamu sudah memiliki bekal untuk menghadapi SBMPTN dan Ujian Mandiri.

Itulah tadi beberapa artikel referensi mengenai kriteria penilaian SNMPTN. Ingat setiap PTN memiliki kriterianya masing-masing. Kamu bisa membagikan artikel ini kepada teman yang layaknya membutuhkan. Ingat kawan berbagi itu indah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca.

Wassalam


Related Post

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Writing markup in comments
  • To write bold use <strong></strong> or <b></b>.
  • To write italic use <em></em> or <i></i>.
  • To write underline use <u></u>.
  • To write strikethrought use <strike></strike>.
  • To write HTML code use <code></code> or <pre></pre> or <pre><code></code></pre>, and please parse the code in the parser box below.

Disqus
Comment is Sexy

No comments